Gantikan Marc Marquez, Bulega Langsung Cetak Poin di MotoGP
- January 13, 2026
- Admin
- Superbike
Setelah finis sebagai runner-up World Superbike 2025, Nicolo Bulega mendapat kesempatan emas untuk mencicipi dunia MotoGP. Pembalap Italia itu dipanggil tim pabrikan Ducati untuk turun di GP Portugal dan GP Valencia sebagai pengganti Marc Marquez, yang harus menepi akibat cedera lengan.
Meski hanya turun sebagai pembalap pengganti, Bulega berhasil meraih posisi ke-15 di kedua balapan, mengamankan satu poin di masing-masing seri. Mengingat itu adalah satu-satunya poin yang diraih Ducati sejak Marquez absen, hasil tersebut dinilai cukup positif.
Namun, di balik angka tersebut, ada banyak cerita menarik tentang perjuangan Bulega beradaptasi dengan motor MotoGP.
Persiapan yang Tidak Ideal
Bulega sebenarnya bisa saja debut lebih awal di GP Malaysia setelah musim WSBK berakhir di Jerez. Namun, ia menolak turun balapan tanpa pernah mencoba motor MotoGP lebih dulu.
Ducati kemudian mengatur tes dua hari di Jerez agar Bulega bisa menjajal Desmosedici GP25. Sayangnya, hari pertama hujan deras, dan di hari kedua ia hanya sempat menempuh sekitar 30 lap karena lintasan masih basah. Meski minim, tes ini setidaknya memberi gambaran awal sebelum turun di Portimao.
Tantangan Beradaptasi
Meski motor WSBK Ducati Panigale V4 R tergolong lebih berat secara fisik, motor MotoGP menghadirkan tantangan yang sangat berbeda. Bulega harus beradaptasi dengan:
- Rem karbon
- Elektronik yang jauh lebih kompleks
- Ban Michelin (sebelumnya ia menggunakan Pirelli)
Masalah terbesar Bulega ada pada pengereman. Di MotoGP, pengereman terlalu keras pada ban Michelin justru membuat roda depan mudah kehilangan grip — sangat berbeda dengan motor superbike.
Debut di Portimao
Di GP Portugal, Bulega belum sepenuhnya percaya diri. Ia harus terus mengingatkan dirinya agar tidak mengerem seperti saat di WSBK.
Setelah lolos kualifikasi di posisi 18, Bulega jatuh di lap keempat saat sprint race. Namun di balapan utama hari Minggu, ia tampil lebih tenang dan berhasil finis ke-15, mengalahkan beberapa pembalap tetap dan membuktikan bahwa Ducati tidak salah memilihnya.
Perkembangan di Valencia
GP Valencia memberikan tantangan berbeda karena Bulega sudah lama tidak balapan di sirkuit tersebut. Namun justru itu membuatnya tidak membawa “kebiasaan WSBK” yang bisa mengganggu adaptasi.
Ia menunjukkan kemajuan signifikan:
- Waktu kualifikasi hanya 1,25 detik dari pole
- Jauh lebih dekat dibanding di Portimao
Meski hanya start dari posisi 22, Bulega tampil solid di sprint race dengan finis ke-16, mengalahkan beberapa pembalap reguler.
Pada balapan utama, masalah holeshot device membuatnya terpuruk di lap pertama. Namun ia bangkit dan kembali finis ke-15, mengamankan poin untuk kedua kalinya.
Bulega: “Saya Sudah Cukup Puas”
Bulega mengakui bahwa ekspektasi tinggi sejak awal mungkin tidak realistis.

“Tanpa pernah mengendarai motor ini sebelumnya, sementara pembalap lain sudah punya puluhan balapan, saya rasa tidak masuk akal berharap lebih. Saya cukup senang dengan hasil ini.”
Ia juga merasa terhibur ketika mengetahui Toprak Razgatlioglu, juara dunia WSBK tiga kali, mengalami kesulitan serupa saat mencoba motor MotoGP Yamaha.
Bagi Bulega, itu membuktikan bahwa masalahnya bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena perbedaan ekstrem antara motor WSBK dan MotoGP.


