Victor Wembanyama Merasa "Khawatir” Usai Penembakan Fatal oleh Agen Imigrasi di Minnesota
- January 28, 2026
- Admin
- Basket
Bintang muda Victor Wembanyama angkat suara soal tragedi penembakan yang terjadi di Minnesota. Pebasket San Antonio Spurs itu mengaku merasa “horrified” atau sangat terguncang setelah dua warga sipil tewas dalam operasi imigrasi federal di negara bagian tersebut.
Dua korban, Alex Pretti (37), seorang perawat ICU, dan Renee Good (37), warga Minnesota, dilaporkan tewas ditembak oleh agen federal dalam operasi yang melibatkan Immigration and Customs Enforcement (ICE). Insiden ini memicu gelombang protes, baik di Minnesota maupun di berbagai kota lain di Amerika Serikat.
Operasi ICE tersebut diketahui telah berlangsung lebih dari enam minggu. Operasi ini merupakan bagian dari kebijakan penegakan imigrasi yang diperintahkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump, di mana agen ICE memiliki kewenangan untuk menghentikan, menahan, hingga menangkap orang yang dicurigai berada di AS secara ilegal.
Wembanyama, yang berasal dari Prancis, mengaku sebenarnya ragu untuk berbicara terbuka. Ia menyebut tim humas Spurs sempat menyarankannya agar tidak berkomentar terlalu jauh. Namun, ia menolak memberikan jawaban normatif yang terdengar aman secara politik.
“Setiap hari saya bangun dan membaca berita, dan saya merasa ngeri. Gila rasanya ketika ada orang yang mencoba membuat pembunuhan warga sipil terdengar seolah-olah itu bisa diterima,” ujar Wembanyama.
Pernyataan Wembanyama muncul tak lama setelah pemain New York Knicks, Guerschon Yabusele, juga asal Prancis, menyampaikan kritik keras melalui media sosial X. Yabusele secara terbuka meminta pemerintah AS untuk “berhenti beroperasi dengan cara seperti ini.”
Wembanyama mengaku menghormati keberanian rekan senegaranya tersebut. Namun ia juga menilai bahwa sikap vokal seperti itu bisa membawa konsekuensi besar. “Apa yang dia katakan mungkin ada harganya sekarang. Setiap orang harus menentukan sendiri harga yang siap mereka bayar,” ujarnya.
Saat ditanya apakah ia takut akan dampak dari pernyataannya, Wembanyama menjawab jujur, “Pasti.”
Ia menambahkan bahwa membaca berita-berita semacam ini membuatnya merenung dalam tentang hidupnya sendiri. Namun, ia sadar bahwa mengungkapkan seluruh isi pikirannya secara terbuka bisa membawa risiko yang terlalu besar untuknya saat ini.
“Saya tahu saya orang asing. Saya tinggal di negara ini dan tentu punya kekhawatiran. Tapi saya rasa itu sudah cukup jelas. Untuk detail lebih jauh, mungkin bisa dibicarakan secara pribadi, bukan sekarang,” tutupnya.



